Minggu, 01 Mei 2011

makalah nemathelminthes


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Nemathelminthes umumnya cacing yg hidupnya parasit dan merugikan manusia. Pada umumnya  merugikan, sebab parasit pada manusia maupun hewan, kecuali Planaria. Planaria dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan. Nemathelminthes (cacing giling), contohnya Ascaris lumbricoides.
Sering disebut cacing perut atau cacing usus atau cacing gelang. Parasit pada usus halus manusia, hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan yang baik namun tidak ada sistem peredaran darah. Contoh cacing gilik.
Tubuhnya terdiri atas 3 lapisan (triploblastik), yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm). Pada lapisan luar tubuhnya dilapisi oleh lapisan lilin atau kutikula. Rongga yang terdapat pada tubuhnya merupakan rongga semu atau tidak sejati (pseudoselomata). Cacing ini memiliki simetri tubuh bilateral. Cacing ini bersifat dioesius, yaitu cacing jantan dan cacing betina. Nemathelminthes memiliki sistem pencernaan yang sempurna, saluran pencernaan memanjang dari mulut sampai ke anus dan cacing ini belum memiliki sistem peredaran darah.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan kami angkat dalam penulisan makalah adalah sebagai berikut :
1.      Sebutkan ciri-ciri Nemathelminthes !
2.      Jelaskan struktur tubuh Nemathelminthes !
3.      Jelaskan klasifikasi Nemathelminthes !
4.      Jelaskan sistem Reproduksi Nemathelminthes !
5.      Sebutkan habitat Nemathelminthes !
6.      Sebutkan peranan Nemathelminthes dalam kehidupan manusia !
7.      Sebutkan sistem respirasi Nemathelminthes !
C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan yang akan kami angkat dalam penulisan makalah adalah sebagai berikut :
1.      Dapat mengetahui ciri-ciri Nemathelminthes !
2.      Dapat mengetahui struktur tubuh Nemathelminthes !
3.      Dapat mengetahui klasifikasi Nemathelminthes !
4.      Dapat mengetahui sistem Reproduksi Nemathelminthes !
5.      Dapat mengetahui habitat Nemathelminthes !
6.      Dapat mengetahui peranan Nemathelminthes dalam kehidupan manusia !
7.      Dapat mengetahui sistem respirasi Nemathelminthes !

















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Ciri-ciri Nemathelminthes
Ciri-ciri cacing Nemathelminthes antara lain:
a.       Berbentuk bulat panjang, berukuran kecil dan mengkilat.
b.      Hidup di perairan tawar, parairan latu, di tanah, dan sebgai parasit di tubuh.
c.       manusia, hewan, dan tumbuha Termasuk hewan triploblastik.
d.      Sistem pencernaan makanan berupa mulut , kerongkongan, usus, dan anus.
e.       Respirasi secara difusi di seluruh permukaan tubuh.
f.       Ukuran tubuh wanita lebih besar daripada ukuran tubuh jantan.
g.      Reproduksi secara seksual.
B.     Struktur Tubuh Nemathelminthes
Nemathelminthes umumnya berukuran mikroskopis, meskipun ada yang panjang nya sampai 1 meter. Individu betina berukuran lebih besar daripada individu jantan. Tubuh berbentuk bulat panjang atau seperti benang dengan ujung-ujung yang meruncing.


Permukaan tubuh Nemathelminthes dilapisi kutikula untuk melindungi diri. Kutikula ini lebih kuat pada cacing parasit yang hidup di inang daripada yang hidup bebas. Kutikula berfungsi untuk melindungi dari dari enzim pencernaan inang.
Nemathelminthes memiliki sistem percenaan yang lengkap terdiri dari mulut, faring, usus, dan anus. Mulut terdapat pada ujung anterior, sedangkan anus terdapat pada ujung posterior. Beberapa Nemathelminthes memiliki kait pada mulutnya.Nemathelminthes tidak memiliki pembuluh darah. Makanan diedarkan ke seluruh tubuh melalui cairan pada
pseudoselom.Nemathelminthes tidak memiliki sistem respirasi, pernapasan dilakukan secara difusi melalui permukaan tubuh. Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu berbeda.
Nemathelminthes hidup bebas atau parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Nemathelminthes yang hidup bebas berperan sebagai pengurai sampah organik, sedangkan yang parasit memperoleh makanan berupa sari makanan dan darah dari tubuh inangnya. Habitat cacing ini berada di tanah becek dan di dasar perairan tawar atau laut. Nemathelminthes parasit hidup dalam inangnya.
C.    Klasifikasi Nemathelminthes
Nemathelminthes terbagi menjadi kelas, yaitu Kelas Nematoda berikut pembagiannya :
Ø   Kelas Nematoda
Nematoda memiliki kutikula tubuh yang transparan, mempunyai mulut dan lubang ekskresi, alat reproduksi pada jantan dengan testis dan betina dengan ovarium. Umur cacing pada umumnya mencapai 10 bulan. Nematoda dapat dijumpai di darat, air tawar, dan air laut, dari daerah kutub hingga daerah tropis. Hidupnya ada yang bebas, namun ada pula yang parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Cacing ini tidak memiliki sistem peeredaran darahy dan jantung, tetapi tubuhnya mengandung cairan semacam darah yang dapat merembes ke bagian tubuh aakibat kontraksi tubuh. Bentuk tubuhnya gilik panjang dengan simetri bilateral. Tubuhnya tidak dilapisi silia dan tidak bersegmen


Contoh anggota Nematoda antara lain adalah:
a.       Ascaris lumbricoides (cacing perut)
Ascaris adalah salah satu contoh cacing gilig parasit, tidak punya segmentasi tubuh dan memiliki dinding luar yang halus, bergerak dengan gerakan seperti cambuk. Cacing ini hidup di dalam usus halus manusia sehingga sering kali disebut cacing perut.

Ascaris lumbricoides merupakan hewan dioseus, yaitu hewan dengan jenis kelamin berbeda, bukan hemafrodit. Ascaris lumbricoides hanya berkembang biak secara seksual. Ascaris lumbricoides jantan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang menyembul dari anus disebut spikula. Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing bretina dan memindahkan sperma saat kawin.
Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan, umumnya pada anak-anak. Infeksi ini terjadi pada saat mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar telur ascaris.
Cacing dewasa menghasilkan telur-telur yang akan matang di tanah, saat telur in tertelan orang, larvanya akan melubangi dinding usus, bergerak ke hati, jantung dan/atau paru-paru.
Sesaat di dalam paru-paru, larva berganti kulit, setelah sepuluh hari bermigrasi lewat saluran udara ke kerongkongan tempat dimana mereka akan tertelan. Dalam usus kecil cacing dewasa kawin dan betinanya menimbun telur-telur yang akan dilepaskan keluar bersama feses. Telur dalam feses ini harus mencapai mulut orang lagi untuk memulai siklus baru.
b.      Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
Cacing ini dinamakan cacing tambang karena ditemukan di pertambangan daerah tropis.Cacing tambang dapat hidup sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh pada usus halus manusia.Cacing ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari cacing perut.Cacing tambang Ancylostoma memiliki ujung anterior melengkung membentuk kapsul mulut dengan 1 -4 pasang kait kitin atau gigi pada sisi ventralnya.Kait kitin berfungsi untuk menempel pada usus inangnnya. Pada ujung posterior cacing tambang jantan terdapat bursa kopulasi.Alat ini digunakan untuk menangkap dan memegang cacing betina saat kawin. Cacing betina memiliki vulva (organ kelamin luar) yang terdapat didekat bagian tengah tubuhnya.

c.       Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
Cacing ini disebut cacing kremi karena ukurannya yang sangat kecil. sekitar 10 -15 mm. Cacing kremi hidup di dalam usus besar manusia. Cacing kremi tidak menyebabkan penyakit yang berbahaya namun cukup mengganggu. Infeksi cacing kremi tidak me
Memerlukan perantara. Telur cacing dapat tertelan bila kita memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing ini. Pengulangan daur infeksi cacing kremi secara autoinfeksi, yaitu dilakukan ole penderita sendiri. Cacing ini bertelur pada anus penderita dan menyebabkan rasa gatal.Jika penderita sering menggaruk pada bagian anus dan tidak menjaga kebersihan tangan, maka infeksi cacing kremi akan terjadi kembali.


d.      Wuchereria bancrofti (cacing rambut)
Cacing rambut dinamakan pula cacing filaria.Tempat hidupnya di dalam pembuluh limfa.Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah (elefantiasis), yaitu pembengkakan tubuh.Pembengkakan terjadi karena akumulasi cairan dalam pembuluh limfa yang tersumbat oleh cacing filaria dalam jumlah banyak.Cacing filaria masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Culex yang banyak terdapat di daerah tropis.



e.       Trichinella spiralis
Cacing ini hidup pada otot manusia dan menyebabkan penyakit trikhinosis atau kerusakan otot. Manusia yang terinfeksi cacing ini karena memakan daging yang tidak dimasak dengan baik.
Cacing betina dewasa melubangi dinding usus halus, keturunan yang hidup terbawa oleh aliran darah menuju otot rangka kemudian menjadi kista.



D.    Sistem Reproduksi Nemathelminthes
Alat kelamin terpisah, cacing betina lebih besar dari cacing jantan dan yang jantan mempunyai ujung berkait. Gonad berhubungan dengan saluran alat kelamin, dan telur dilapisi oleh kulit yang terbuat dari kitin. Hewan ini tidak berkembangbiak secara aseksual.
Nemathelminthes umumnya melakukan reproduksi secara seksual. Sistem reproduksi bersifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Fertilisasi terjadi secara internal. Telur hasil fertilisasi dapat membentuk kista dan kista dapat bertahan hidup pada lingkungan yang tidak menguntungkan.


 









 












E.     Habitat Nemathelminthes
Sebagian besar hewan ini hidup bebas dalam air dan tanah, tetapi ada juga sebagai parasit dalam tanah, yakni merusak tanaman atau dalam saluran pencernaan Vertebrata.
F.     Peranan Nemathelminthes dalam Kehidupan Manusia
Peranan nemathelminthes bagi kehidupan manusia secara ekonomi tidak ada yang menguntungkan bahkan merugikan. Nemathelminthes kebanyakan adalah parasit pada manusia, tanaman, dan hewan.
G.    Sistem Respirasi Nemathelminthes
Sistem respirasi nemathelminthes tdk  ada melainkan bernafas secara difusi.



















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat kami angkat dalam penulisan makalah ini adalah :
1.      Nemathelminthes umumnya cacing yg hidupnya parasit dan merugikan manusia.
2.      Tubuhnya terdiri atas 3 lapisan (triploblastik), yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm).
3.      Nemathelminthes terbagi menjadi kelas, yaitu
v  Nematoda terbagi menjadi :
Ø  Ascaris lumbricoides (cacing perut)
Ø  Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
Ø  Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
Ø  Wuchereria bancrofti (cacing rambut)
Ø  Trichinella spiralis
B.     Saran
Dengan terselesainya makalah ini, maka kami menyarankan, agar kita semua lebih memperdalam lagi mempelajari tentang zoologi invertebrata dalam hal ini Nemathelminthes (cacing giling) dan mudah-mudahan makalah yang singkat ini dapat menambah khasanah ilmu bagi siapa saja yang membaca makalah ini.






DAFTAR PUSTAKA



www.nemathelminthes.com










1 komentar: